Senin, 16 Maret 2009

Wanayasa Gaduh Manisan Pala

MANISAN buah pala barangkali sudah dikenal di mana-mana, tak terkecuali di Purwakarta, Jawa Barat. Di bagian timur wilayah ini, Anda bisa menjumpai cemilan yang dipercaya penuh khasiat itu.
Dalam bahasa India, buah pala dikenal dengan sebutan jadikeir. Sedangkan dalam bahasa China disebut loahau. Di Eropa, pala diolah sebagai minuman penghangat badan dan biasanya diminum ketika musim dingin tiba.
Buah pala berasal dari keluarga Myristicaceae. Nama latinnya adalah Myristica argentea, Myristica fragrans, dan Myristica malabarica. Tanaman ini umumnya bisa menghasilkan buah setelah berumur 7 tahun.
Di Indonesia, buah pala disebut-sebut berasal dari wilayah Kepulauan Banda, Maluku. Tinggi pohonnya bisa mencapai belasan meter. Pada saatnya, bunga terlihat di setiap ujung ranting yang kelak menjadi buah. Warna buahnya hijau kekuningan. Daging buahnya tebal berwarna keputihan dan rasanya getir, karena mengandung banyak getah. Tanaman ini umumnya dibudidayakan di wilayah perbukitan.
Di Purwakarta, Anda bisa menemukannya di Desa/Kecamatan Wanayasa. Letaknya kira-kira 25 km dari pusat kota Purwakarta ke arah Ciater. Warga setempat tidak hanya memanfaatkan buah pala untuk diambil bijinya. Daging buah itu diolah menjadi manisan. Deretan penjual manisan buah pala itu terpusat di sekitar Situ Wanayasa.
Secara umum, olahan buah pala itu dikenal dengan sebutan manisan pala basah dan pala kering. Pembedaan itu terkait cara pembuatannya. Bahan baku utamanya tetap sama, yaitu buah pala.
Adalah Nur (25), salah satu warga yang telah lama menggeluti pembuatan manisan buah pala itu. Dia menjelaskan, pembuatan manisan pala cukup sederhana. Buah pala yang telah dikupas kemudian diiris sesuai bentuk yang diinginkan. Buah itu selanjutnya direndam dalam air garam 1x24 jam.
Untuk jenis manisan pala kering, usai direndam air garam daging buah pala itu kemudian dicuci. Lalu daging buah pala itu diolesi gula pasir dan dijemur. Pengolesan dilakukan hingga 2 kali untuk mendapatkan rasa yang manis. Setelah itu ditempatkan di wadah yang kering dan siap dinikmati.
Jenis manisan pala basah lain lagi prosesnya. Setelah direndam air garam dan dicuci, pembuatan manisan dilanjutkan dengan proses fermentasi. Daging buah pala direndam di dalam air gula. Selain buah pala itu sendiri, air dari manisan pala basah itu juga dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit.
Penuh khasiat
Banyak referensi menyebutkan buah pala itu penuh khasiat. Guidebook on The Proper Use of Medicinal Plants misalnya, menyebut buah pala kaya senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan.
Senyawa kimia itu bisa membantu mengobati masuk angin, gangguan susah tidur (insomnia), memperlancar pencernaan dan meningkatkan selera makan (bersifat stomakik), memperlancar buang angin, mengatasi rasa mual-muntah (antiemetik), dan nyeri haid.
Kandungan kimia dalam buah pala itu juga dipercaya dapat mengatasi batuk berlendir, menghilangkan kejang otot, dan menjadi penenang bagi mereka yang hiperaktif. Memakan buah pala juga dapat menghilangkan ketagihan merokok.
Karena besarnya manfaat buah pala itu, minat terhadap aneka jenis olahan berbahan baku buah pala hingga kini tak pernah surut. Manisan buah pala ini salah satu yang diburu sebagai oleh-oleh berkhasiat.
Di sekitar Situ Wanayasa itu, satu kg manisan pala umumnya dijual seharga Rp 25.000. Untuk manisan buah pala basah dijual dalam beragam kemasan. Harganya bervariasi, dari Rp10.000 untuk kemasan toples kecil hingga Rp 60.000 untuk kemasan toples terbesar.
"Peminatnya lumayan, rata-rata sehari bisa 10-15 pembeli. Banyak juga yang sengaja mencari ke sini," tutur Yulia, salah satu penjual manisan pala lainnya.
www.wartakota.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar